Minggu, 15 April 2012

PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN


PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

·         Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila
A.      Landasan Pendidikan Pancasila
Landasan historis : Fakta – fakta sejarah yang dijadikan dasar bagi pengembangan pendidikan  pancasila, baik menyangkut formulasi tujuannya, dan evaluasinya.
Landasan kultural  :  Pengembangan pendidikan pancasila didasarkan atas nilai – nilai yang diagungkan / dan karenanya disepakat, dalam kehidupan nasional.
Landasan Yuridis     :   Undang – undang Dasar 1945 Pasal 31
                                            Ketetapan MPR nomor IV tahun 1999 tentang GBHN
                                            Undang – undang sistem Pendidikan Nasional tahun 1989 Pasal 39
                                            Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 1999 Pasal 13
                                            Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi nomor 265/Dikni/Kep/2000
Landasan Filosofis   :   Penggunaan hasil - hasil pemikiran filsafat pancasila untuk mengembangkan pendidikan pancasila

B.      Tujuan Pendidikan Pancasila
-          Agar subyek didik memiliki moral yang sesuai dengan nilai – nilai pancasila dan moralitas itu mampu terwujud dalam kehidupan sehari – hari (UU Nomor 2 Tahun 1989)
-          Tujuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi agar mahasiswa :
1.       Dapat memahami dan mampu melaksanakan jiwa pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupannya sebagai warga negara Indonesia
2.       Menguasai pengetahuan tentang beragam masalah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945
3.       Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai – nilai dan norma pancasila, sehingga mampu menanggapi perubahan yang terjadi dalam rangka keterpaduan ipteks dan pembangunan
4.       Membantu mahasiswa dalam waktu proses mengajar, proses berfikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan menerapkan strategi heuristik terhadap nilai – nilai pancasila




·         Pertumbuhan Paham Kebangsaan Indonesia
A.      Nusantara Masa Pral Kolonial
-          Berlangsung sekitar abad V – XVII
-          Politik kawasan              : munculnya kerajaan – kerajaan
-          Kesadaran geopolitik   : hidup dalam satu wilayah
-          India, Cina, dan Nusantara sebagai pusat kebudayaan
-          Hubungan India – Nusantara   :  tidak mesrah, hubungan kebudayaan
-          Hubungan Cina – Nusantara     :  perdagangan

B.      Nusantara Masa Kolonial
-          Masuknya bangsa Eropa ke Nusantara
-          Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 hingga Proklamasi Kemerdekaan RI
-          Portugis membawa misi                                   : Glory, Gold, dan Gospel
-          Belanda konentrasi pada perdagangan     : VOC dan Pemerintah Belanda
-          Perlawanan kerajaan – kerajaan islam
a)      Perlawanan terhadap Portugis            : kesadaran kenusantaraan dan keagamaan
b)      Perlawanan terhadap Belanda             : jiwa kenusantaraan hilang dan terjebak pada
                                                                            persoalan lokal mengenai kekuasaan
-          Dampak dari kolonial Portugis dan Belanda
o   Portugis      
a.       Agama         : agama nasrani masuk ke nusantara
b.      Ekonomi     : perdagangan antar pulau berubah menjadi ekonomi dunia
o   Belanda      
a.       Ekonomi     : monopoli perdagangan
b.      Politik          : campurtangan Belanda dalam urusan birokrasi kerjaan ( politik
                         Devide et impera)
-          Politik asosiasi    : menanamkan cara berpikir kultur Belanda terhadap penduduk Hindia
           Belanda (Snouck Horgronye).
Sehingga akan terjadi Pax Nederlanca, yaitu menyatukan seluruh Hindia Belanda didalam satu kesatuan yang dipimpin Belanda. Menjajah Hindia Belanda tiada perlu dengan senjata tapi dengan kultur.
-          Politik etis ada 3 macam :
a)      Emigrasi
b)      Irigasi
c)       Edukasi
Edukasi – gol terpelajar – kesadaran nasional – sumpah pemuda

C.      Pasca Kemerdekaan
1.       Masa Revolusi
o   1945 – 1949
o   Konsolidasi kedalam :
a.       Melengkapi lembaga – lembaga kenegaraan
b.      Membentuk badan keamanan rakyat
c.       Menetapkan birokrasi pemerintahan
d.      Menata kekuatan politik yang ada
o   Perjuangan Pisik (militer) dan diplomasi
2.       Orde lama
o   1945 – 1949 – 1965/1966
o   Konsolidasi babak ke-2
o   Kelompok yang kecewa makar : DI, PRRI, dan Kahar muzakar
o   Kabinet jatuh bangun
o   Dekrit Presiden 5 Juli 1959          : kembali ke UUD 1945
o   Demokrasi terpimpin
3.       Orde baru
o   Supersemar (11 Maret 1966) – 1998
o   Jargon Politik sebagai Panglima
o   Kosentrasi bidang ekonomi (pelita) – swasembada pangan
o   Stabilitas politik, OPP dibatasi 3 kontestan
o   Dwi fungsi ABRI
o   Ekonomi makro-konglomerasi-ekonomi kerakyatan kurang diperhatikan
o   Krisis moneter-ekonomi-multidimensial
4.       Reformasi
o   21 Mei 1998 – sekarang
o   6 perubahan pada masa reformasi :
a.       Perubahan pemerintah dari sentralisasi ke desentralisasi
b.      Perubahan pem militer
c.       Perubahan orientasi sistem ekonomi nasional
d.      Perubahan sistem kepartaian
e.      Desakralisasi UUD 1945
f.        Kebijakan yang partisipatoris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar